Sunday, 4 December 2011

Jangan pernah percaya cinta masa kecil

sobat... pernahkah kamu merasakan cinta pada masa kecil yang terus bertahan meski kau telah dia tinggalkan? aku pernah.
sobat... pernahkah di setiap waktu di jenjang-jenjang kehidupan labilmu kamu mencari-cari orang yang kamu kira cinta terbaikmu tanpa menghiraukan perasaan orang baik yang berada di sampingmu? aku pernah.
pernahkah kamu menunggu sekian lama tanpa adanya kepastian dia akan datang padamu atau setidaknya mengetahui mengapa dahulu dia meninggalkanmu? pernah sobat??? aku pernah.
pernahkah kamu tetap bermimpi bahwa suatu saat nanti kamu bertemu dan berjodoh dengannya? aku pernah..

ketika itu.. aku sangat setia (atau mungkin bodoh?) karena terus menerus mengharap dia datang dan meminta maaf atas kepergiannya dahulu untuk kemudian menarikku kembali ke kehidupannya.. bergurau dengan lembut tuturnya.. menyaksikan alunan nada-nada indah dari mulutnya.. mendengarkannya memainkan nada-nada suaranya dan terpejam tenang mendengar helaan nafasnya. itu dahulu, sobat.

dalam sekejap khayalan itu pun pergi dan hanya menyisakan sebongkah kepedihan yang terus tertanam, berakar, menjalar, dan memakan rasionalitas yang terjadi di pikiran. *aku tak mau sakit lagi, pikirku sekarang.

hingga akhirnya dengan keyakinan hati yang kuat, aku tersadar ketika dia masuk lagi dalam kehidupanku. senang... bahagia... suka... berbunga.. berduri.. tertusuk.. sekarat dan akhirnya mati.

mimpi yang dulu tertunda, kukira akan menjadi nyata dimusim ini. namun, Allah menciptakan kami dari pikiran-pikiran dan sifat-sifat yang sama, itu bukti jika Allah tak menginginkan kami bersama. hingga akhirnya rasa sayang yang dari dulu bertahan disini, menyesakkan dada ini, dan menghancurkan hati ini terpaksa mengibarkan bendera putih akan logika dan keyakinan diri bahwa jika ternyata ini salah, jika ternyata Allah lebih suka melihat kami terpisah, jika ternyata Allah menyayangi kami dan tak ingin kami melukai perasaan satu sama lain dengan lebih jauh dan lebih sakit lagi. Allah benar-benar menyayangi kami sobat. Allah benar2 menyayangi kami. Allah menginginkan kami untuk kedua kalinya terpisah. untuk kali ini, ini merupakan kehendakNya. Allah mengingkan agar kami saling membenci. ini mungkin cara terbaik menurut Allah. dan aku, sebagai hambaNya, pastinya tidak bisa melawan TuhanNya. Allah penguasaKu. aku harus tunduk padaNya.
saat ini, aku bak mayat hidup yang sedang menulis mengisahkan cerita yang akupun tak kuasa untuk menuliskannya ke dalam kata-kata. terlalu pedih sobat. aku tak ingin sakit lagi. aku hanya tak ingin sakit lagi. aku akan mengikhlaskannya sobat. demi dia. demi kebaikannya. have a great flight to Madrid, Mr Gustaman!

No comments: