Thursday, 1 December 2011

"Wir schaffen das"

Minggu, 13 November 2011
ini adalah hari-hari mendebarkan yang sudah sejak 2 bulan yang lalu kami tunggu. setelah beberapa bulan ini seperti ter"karantina", terbelenggu dari pergaulan dengan teman-teman, terpaksa menghindari dari hang-out nya dunia kampus dan merasakan santainya bermain dengan "Momo". akhirnya pada hari itu, tanggal itu dan tahun ini (*efek nulisnya telat gini nih.. /efek baru inget password blog ini teh kayaknya ya..:))) saya mengantarakan murid-murid saya ke tempat persidangan kasus dimana mereka harus mempertaruhkan semua teori yang didapat dari sang mbah *loh??, membuktikan kebenaran hipotesa-hipotesa sang guru yang bodoh (bener ini mah...), melepaskan diri dari kawah candradimuka untuk segera masuk ke kawah tangkuban perahu *jiaaahhh.. tambah ngaco akibat syndrom tangkuban perahu kemaren2, dan dimana mereka dengan kepala, tangan, kaki dan mata sendiri mencoba menarik kesimpulan tentang- "apakah benar sang guru yang selama ini komat-kamit ngomong dengan menggunakan bahasa jerman didepan mereka itu benar2 ngomong bahasa Jerman,ataukah dia ngomong bahasa belandakah, italikah, jawakah, sundakah atau bahasa hatikah?*hahahahahhah".
hingga pada akhirnya pun mau tidak mau mereka harus masuk ke dalam ruangan dan tidak bisa mundur lagi.*yaiyalah secara undah dibayarin sama sekolah uang pendafatarannya, kalau mundur lagi tar diminta uang ganti rugi atuh wkwkkwk.
detik-detik mendebarkan itu terjadi selama kurang lebih 2 jam di sebuah universitas swasta di kota kembang ini. hingga akhirnya... ting tong......
murudul anak-anak yang mengikuti ujian itu keluar sekolah dengan muka yang asem-asem. dan saya pun bertanya, apa kabar anak-anak saya? *bukan anak asli kok,, jangan patah hati dulu ya.. hahahahha

ternyata berselang beberapa menit, saya pun menemukan mereka dalam keadaan tidak utuh. dari ke empat anak-anak saya, satu anak terlihat mengecil ukuran tubuhnya, satu anak terlihat, satu anak menggelap kulitnya, satu anak membesar Po nya hahahah, dan lagi yang lebih parah, menjadi hitam, bengkak dan benjol2 di sekitar daerah yang tidak bisa saya beritahu disini *hahahahhahah maafkan gurumu ini nak-naaakk.

akhirnya kagiatanpun berlangsung cepat, dan kami harus menunggu 1 minggu hingga pengumumannya keluar.*singkat cerita deh.. males ngetiknya. and for the first time, my first intensivstudent in this SMA hat im 1. Platz gewonnen.*nah loh.. roaming-roaming lah tuh. ya intinya.. murid2 saya menang diposisi pertama.. alhadulillaaaaahhhhh.... *nananannanananan

No comments: