Rabb... boleh aku sedikit mengeluh kali ini? tapi sebelumnya maaf karena ini bukan berarti aku tak mengingat semua nikmat yang Engkau berikan kepadaku. bukan pula karena aku tak puas dengan semua yang Engkau anugrahkan kepadaku. atau bukan juga karena aku rakus akan nikmat-Mu.
aku hanya ingin mengeluh sedikit Rabb-ku. sedikit mengeluh tentang hidup yang Engkau hadiahkan kepadaku, hamba kecilMu.
begitu banyak urusanku yang Engkau lancarkan, begitu mudahnya Engkau menuntun ku ke dalam halan keluar dari semua permasalahan hidup, begitu banyaknya cinta yang Engkau siramkan di kehidupanku melalui mereka yang datang dan pergi di hari-hariku adalah tanda sungguh Engkau benar-benar sayang padaku Rabb!.
terkadang... jika aku mengingat nikmat yang telah Engkau berikan, terkadang aku merasa malu untuk selalu mengeluh seperti ini. karena jauh di luar sana, banyak orang yang ingin menjadi sepertiku. banyak orang ingin menjadi seberuntung diriku. banyak orang yang rela mati-matian untuk menapaki posisi 'aman' seperti yanjg sedang ku alami sekarang, sungguh banyak. tapi Rabb... maaaaafff jika aku mengeluh, maaaaffff jika aku menangis dalam keadaan berlimpah nikmat dariMu, maaaafff jika aku terlalu banyak meratapi nasib yang aku belum bisa puas menikmatinya.
'aku hanya ingin membahagiakan orang tua ku'
dan
'aku hanya ingin tetap mengejar cita-citaku'
hidup terlalu rumit untuk ku jalani, kehidupan terlalu kompleks untuk aku mengerti, bahkan cinta terlalu sakit untuk coba ku rasakan. ini bukan masaku! jayaku mungkin tidak dalam hal ini.
melihat banyak orang yang mengagungkan namaMu yang dengan bersamaan waktu mereka melecehkan kaumMu, aku tak setuju. melihat begitu banyak ketidakadilan yang diperbuat oleh orang-orang yang 'mengerti', sungguh aku tambah tak bisa mengerti. melihat para adam mengobralkan janji suci palsu mereka kepada setiap hawa yang memuja cinta dengan polosnya, aku sungguh-sungguh tak bisa mengerti.
hidup terlalu kompleks ya Rabb! sungguh Engkau seorang 'Designer' yang benar-benar di luar nalar.
dan sekarang aku hanya minta, God... please save my life till my parents proud of me!
With love,
Your Zara
Friday, 17 February 2012
Thursday, 16 February 2012
dendang sunyi
kala sunyi hadirkan tanya
yang terlukis di dinding temaram malam
ada kisah yang kembali meronta
dari sebuah sisi kehidupan yang setapak ku tinggalkan
indah yang terlukis di sana
adalah bayang semu yang menyiksaku di sini
adalah puing-puing kisahku, yang tlah berlalu
sunyi pun tak kunjung hadirkan jawaban
dari sebuah kisah yang selalu dikenang
akan tetap terlukis
atas nama kerinduan
(Veer 2005)
yang terlukis di dinding temaram malam
ada kisah yang kembali meronta
dari sebuah sisi kehidupan yang setapak ku tinggalkan
indah yang terlukis di sana
adalah bayang semu yang menyiksaku di sini
adalah puing-puing kisahku, yang tlah berlalu
sunyi pun tak kunjung hadirkan jawaban
dari sebuah kisah yang selalu dikenang
akan tetap terlukis
atas nama kerinduan
(Veer 2005)
jenuh stadium 2
suatu hari seseorang bertanya kepadaku tentang apa yang sebenarnya yang aku cari? dengan diam, senyap dan sunyi aku pun berbisik pada diriku sendiri "jujur aku tidak tau". orang itu pun bertanya lagi pada beberapa lama kemudian "apa yang sebenarnya kamu cari?", dengan perlahan aku membisikkan padanya bahwa "aku tidak tau apa yang aku cari". sekejap waktu kemudian, dia pun datang menghampiri dan kemudian bertanya "jujurlah... apa sebenarnya yang kamu cari di kehidupan ini dengan selalu mengorbankan dirimu sendiri seperti ini?", aku pun sedikit menganggukkan kepalaku tanda pemahaman ku yang sedikit meningkat dan mulai berkata, "sungguh, dari semua yang aku lakukan ini, yang aku tau hanya aku melakukan ini semua untuk MEREKA", orang itu pun kembali mendekatkan dirinya kepada diriku dan mulai kembali bertanya, "tidakkah pernah kamu sebentar saja memikirkan diri kamu sendiri dan melupakan mereka?" "setidaknya sampai kamu merasakan sedikit kebahagiaan dengan mengorbankan dirimu demi kepentinganmu sendiri?" "berhenti berkorban de, jangan terlalu sering menyiksa dirimu sendiri seperti ini, aku tau kamu merasa sepi, dan aku tau kamu menginginkan kebabahagiaan, jadi stop thinking of another bussiness, just try to think about you all", hingga keluar sedikit kata dari bibirku dan aku pun berkata, " stop mengkhawatirkan aku karena aku bisa mengerjakannya sendiri. kamu tidak pernah tau siapa yang menjadikanku seperti ini. dan memang kamu tidak perlu tau. dan kamu tidak akan pernah mengerti alasanku menjadi seperti ini, dan memang kamu tidak cukup cerdas untuk tau. kamu tak pelak hanyalah duri yang selalu membuat rasa sakit hati ini menjadi-jadi dengan doktrin-doktrin sesatmu, jangan tunjukkan rasa pedulimu dihadapanku, itu menjijikkan. pergi dan bawa pikiranmu menjauh pergi dan jangn pernah kembali. #menangis"
Subscribe to:
Posts (Atom)